Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SAJAK-SAJAK

Mimpi Negeri Purba

Negeriku terlahir dari sebuah mimpi purba

bergentayangan dari masa ke masa

siluet asa menempuh ribuan mil jejak waktu

hanya selintas kudengar

dongeng-dongeng moyang

melalui rengek tangis pertiwi

Negeriku terlahir dari sebuah mimpi purba

ketika tangan dewata melahirkan titisan bangsa

membumbung cakarawala penantian

kini sayup terdengar menggapai mimpi

hanya sesaat jatuh tak terpuruk

diatas sebuah istana penuh khianat

Negeriku terlahir dari sebuah mimpi purba

tangan-tangan kecil bernada membosankan

bermetafora menjadi tangan-tangan raksasa

di tengah lilitan buaian setan

menyeruak setiap sendi darah bangsa

membinasakan sejuta mimpi purba


Malam Terkutuk

Lekas pulang...!

iblis-iblis telah menyatu dengan malam

sinar bulan menjadi darah segar

menjadi pelita diatas raungan iblis

kejam…

biadab…

mereka bangunkan manusia dari peristirahatan malam

mengusir ke setiap tempat tak bernyawa

bawah jembatan, emperan toko

atau…

gubuk reyot di tepian rel kereta

Singgasana malam telah menangis sunyi

tanah berpasung nisan pembaharuan

Lekas pulang…!

rasakan rintih tangis sebagai melodi penyadaran

sayat kelaparan menjadi darah taubat

dan lekas pulang

benahi tempat tidur lewat amanat malam

hingga kau tertidur pulas tanpa dosa

di buat di Surakarta, 10 November 2007

terpublikasi di SOLOPOS Minggu 18 November 2007

Andi Dwi Handoko
Andi Dwi Handoko Pendidik di SMPN 2 Jumantono. Pernah mengajar di SD Ta'mirul Islam Surakarta dan menjadi editor bahasa sebuah surat kabar di Solo. Suka mengolah kata-kata di dapurImajinasi dan kadang di media massa. Pernah mencicipi sebagai pelatih Teater Anak dan Pimred Majalah Sekolah. Suka bermusik.

Posting Komentar untuk "SAJAK-SAJAK"