Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Puisi


Senja Pasir Hitam

Sepasang mata dalam senja
Menuangkan riak-riak waktu melawan kekosongan
Dia benamkan hidup ke setiap alur sungai
Berharap secawan harapan ditemui di ujung muara
Dia melenggang bersama buih air
Menari irama sebuah keteduhan sang langit
Meniup setiap jelaga yang berpasir hitam
Dan masih ditemukan senja di pasir hitam
Sepasang mata yang meneduhkan sepasang mata
Sejurus melayangkan pandang tentang arti hidup
Perjalanan hidup berpangkal takdir
Menceritakan tentang kisah kematian
Begitu nyata terlihat dalam karang-karang kehidupan
Maka sepasang mata itu berkata
Berdirilah di sampingku sayang!!
Mari kita berbicara tentang kematian bersama alam
Tampak indah
Tampak damai
Mari kita tersenyum sayang!!
Senyum kecil dari bibir tipismu selalu kurindukan
Dan marilah bernyanyi sahdu sayang!!
Seperti nyanyian purba
yang pernah kita dengar di pantai senja itu
Andi Dwi Handoko
Andi Dwi Handoko Pendidik di SMP Negeri 2 Jumantono. Pernah mengajar di SD Ta'mirul Islam Surakarta dan menjadi editor bahasa di sebuah surat kabar di Solo. Suka mengolah kata-kata di DapurImajinasi dan kadang juga di media massa. Pernah juga mencicipi sebagai pelatih Teater Anak dan Pimred Majalah Sekolah. Suka juga bermusik. Hubungi surel adhandoko88@gmail.com, Instagram adhandoko88, atau facebook.com/andi.d.handoko

Posting Komentar untuk "Puisi"

Berlangganan via Email