Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi Lagi


Pengantin Iblis

malam begitu mistis
bunyi dentang lonceng berbunyi tujuh kali
begitu pula saat kita berpelukkan di malam ini
tubuhku terasa hangat

udara malam beranjak pagi
meniupkan serpihan partikel embun
melapisi atap-atap yang kedinginan

kau masih dipelukku
mendengarkan dongeng keabadian
hingga kau tertidur lelap tepat di tengah malam

tiba-tiba kau bangun mendengar gemuruh suara
adalah kereta kuda
datang dari penjuru selatan
membawa sepasang iblis
meminjam tubuh kita untuk sebuah prosesi perkawinan
menjadi sepasang pengantin

Aku tak tahu setelah itu
setahuku tubuh kita menjadi dingin
seusai bercinta tadi

Solo, 14’02’09


Hujan Sehabis Malam


Hujan sehabis malam telah membuat kekasihku pergi
entah apa yang ia cari dalam gelap
mungkin hujan telah membuatnya lupa tentang aku

ia lari begitu saja meninggalkan aku yang terkurung dalam lumpur mati
sesungguhnya malam menyimpan misteri
tentang dirinya yang kuanggap bidadari

Hujan sehabis malam menyisakan gerimis sepi
pada aku yang kini menanti

Solo,14’02’09

gambar dari: cebonx.files.wordpress.com
Andi Dwi Handoko
Andi Dwi Handoko Pendidik di SMPN 2 Jumantono. Pernah mengajar di SD Ta'mirul Islam Surakarta dan menjadi editor bahasa sebuah surat kabar di Solo. Suka mengolah kata-kata di dapurImajinasi dan kadang di media massa. Pernah mencicipi sebagai pelatih Teater Anak dan Pimred Majalah Sekolah. Suka bermusik.

Posting Komentar untuk "Puisi Lagi"