Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Puisi


Biografi Suara
Suara-suara menembus kotak
angka-angka mati memenuhi suara
gambar dalam pigura tanpa kata
dingin merindukan suara
patahan-patahan hidup membentuk suara
suara tangis
suara tawa
suara doa
suara harap
orang-orang saling bercerita
tentang suara masing-masing
suara yang berwarna-warna

Lumbung suara
lumbung-lumbung menyimpan suara
suara rakyat yang terbiasa dengan luka sayat
cerita tentang rakyat tergambar
pada sebuah diorama tanpa suara
lagu-lagu tentang kesedihan
terjebak dalam sebuah piliihan
sekian lama rakyat menyimpan suara dalam lumbung
suara-suara tak lagi kesepian
ada hasiil panen menemani suara-suara
namun rakyat gelisah
suara-suara itu kini lepas
rakyat hanya bungkam
suara-suara terbeli memenuhi saku pejabat

Sejarah Suara
Sudah simpan saja suaramu dalam kertas
Biarkan mereka menelan suara itu mentah-mentah
Walau berdarah-darah sekaliipun
Jangan kau ambil suara itu lagi

Jangan ada tangis memanggiil suara
Biarkan suara itu lepas
Tangan-tangan terborgol tanpa suara
Tak masuk dalam kamus ini

Biarkan suara itu lepas
Dalam kertas-kertas surat yang mereka buat
Tak usah kau salin lagi surat-surat itu
Karena biaya fotokopi sekarang mahal

Biarkan saja semua itu
Biarkan menjadi cerita
Yang terangkum dalam sebuah kamus ejaan lama

gambar dari: sisaruangdiri.files.wordpress.com
Andi Dwi Handoko
Andi Dwi Handoko Pendidik di SMP Negeri 2 Jumantono. Pernah mengajar di SD Ta'mirul Islam Surakarta dan menjadi editor bahasa di sebuah surat kabar di Solo. Suka mengolah kata-kata di DapurImajinasi dan kadang juga di media massa. Pernah juga mencicipi sebagai pelatih Teater Anak dan Pimred Majalah Sekolah. Suka juga bermusik. Hubungi surel adhandoko88@gmail.com, Instagram adhandoko88, atau facebook.com/andi.d.handoko

Posting Komentar untuk "Puisi"