Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menjadi Pahlawan


Andi Dwi Handoko

Memperingati Hari Pahlawan seharusnya tidak hanya sekadar perayaan seremonial saja. Ya, tentu kita mesti mengenang dan menghargai jasa para pahlawan, tetapi perlu juga untuk diwujudkan dalam bentuk yang konkret.

Pahlawan tidak hanya sekadar penghargaan atau nama saja. Akan tetapi, pahlawan mempunyai arti sakral yang berkaitan dengan jasa seseorang yang sangat berarti di masyarakat. Mencari pahlawan di era modern cukup langka. Rakyat sebenarnya punya pahlawan yang patut dibanggakan, yakni wakil rakyat. Namun, para wakil rakyat tersebut tak mampu untuk menjadi pahlawan untuk dirinya sendiri. Mereka tak mampu untuk menahan hawa nafsu yang berlebih.

Rakyat memilih wakilnya untuk menjadi pahlawan. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, wakil rakyat menjajah rakyat. Rakyat masih miskin, tertimpa berbagai musibah, pendidikan masih mahal, tetapi para wakilnya malah sibuk menyenangkan diri sendiri, pelesir ke luar negeri, atau sibuk mencari celah membuat gedung megah lengkap dengan spa dan kolam renang.

Sungguh ironis memang. Kita sebagai manusia harus mengoreksi diri kita sendiri. Sudah saatnya memulai untuk menjadi pahlawan untuk memerangi nafsu sesat pribadi untuk kemudian menjadi pahlawan di masyarakat. Entah pahlawan di bidang apa pun.

gambar dari: karikatur-selebriti-indonesia.blogspot.com
Andi Dwi Handoko
Andi Dwi Handoko Pendidik di SMPN 2 Jumantono. Pernah mengajar di SD Ta'mirul Islam Surakarta dan menjadi editor bahasa sebuah surat kabar di Solo. Suka mengolah kata-kata di dapurImajinasi dan kadang di media massa. Pernah mencicipi sebagai pelatih Teater Anak dan Pimred Majalah Sekolah. Suka bermusik.

Posting Komentar untuk "Menjadi Pahlawan"