Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Jangan Pantang Menyerah! Ternyata Kalimat Ini Salah


Beberapa waktu yang lalu, saya memberi tugas kepada siswa agar mengumpulkan data diri untuk diisikan di buku kenangan. Salah satu poin dalam data diri tersebut adalah moto yang dimiliki siswa. Semua siswa menulis moto hidupnya dengan baik, hanya saja, saya agak geli ketika membaca salah satu moto siswa yang tertulis: Jangan pantang menyerah, tetaplah berusaha!

Saya paham maksud siswa tersebut. Ia mempunyai moto bahwa ia tidak mudah menyerah atau tidak mau menyerah. Namun, jika diperhatikan lebih jauh, ada sebuah keganjilan di sana. 

Penggunaan kata jangan yang disandingkan dengan kata pantang merupakan sebuah kemubaziran. Hal tersebut mubazir karena pada dasarnya kata jangan dan pantang mempunyai makna yang sama.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata jangan memiliki arti “kata yang menyatakan melarang”. Sementara itu, kata pantang memiliki arti hal (perbuatan dsb.) yang terlarang menurut adat atau kepercayaan. Jadi, intinya kedua kalimat tersebut sama-sama bermakna larangan.

Fenomena semacam ini, sudah banyak ditemui di masyarakat. Ketika dipergunakan di percakapan lisan, hal ini tidak terlalu terlihat. Namun, jika digunakan di ragam tulis, akan menjadi suatu hal ganjil, apalagi bagi yang sudah paham tentang tata bahasa. Oleh karena itu, lebih baik menggunakan bahasa yang efektif, yakni "Jangan menyerah, tetaplah berusaha!"




Andi Dwi Handoko
Andi Dwi Handoko Pendidik di SMP Negeri 2 Jumantono. Pernah mengajar di SD Ta'mirul Islam Surakarta dan menjadi editor bahasa di sebuah surat kabar di Solo. Suka mengolah kata-kata di DapurImajinasi dan kadang juga di media massa. Pernah juga mencicipi sebagai pelatih Teater Anak dan Pimred Majalah Sekolah. Suka juga bermusik. Hubungi surel adhandoko88@gmail.com, Instagram adhandoko88, atau facebook.com/andi.d.handoko

1 komentar untuk "Jangan Pantang Menyerah! Ternyata Kalimat Ini Salah"

  1. Abang....bisa tak ajarin saya bahas indonesia, cari kesimpulan dn yang lainnya

    BalasHapus

Berlangganan via Email