Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Puisiku


  • Pipit Pagi

Pagi masih berkabut tebal

Seekor pipit meninggalkan sarang

Terbang menembus dingin pagi

Mengejar mentari pancarkan kehangatan

Berkicau merdu ceriakan dunia

Terkadang hinggap ke tanah

Merasakan sejuk embun yang membasahi


  • Sejuk

Awan putih menepi di antara cakarawala biru

Megah berarak tersinar mentari pagi

Kuncup bunga mulai menampakkan senyum

Menjelma mahkota irama hati

Semerbak pancarkan kesejukkan


  • Kelabu

Gerimis menyulap azzura langit mengelabu

Bertatap hawa dingin menusuk rongga-rongga tubuh

Seakan langit hatiku runtuh bersama awan kelabu

Dan datanglah mahadewi menopang

Berharap akan ketegarannya


  • Tanya

Bidadari itu seolah-olah mengepakkan sayap

Dan terbang jauh menjadi awan di antara azura langit

Aku mencoba bersabar

Namun aku hanya bisa memandangnya tanpa bisa

menggapainya

Mungkin ini skenario sang pencipta

Sampai aku menemukannya

Atau dia yang akan menemukanku


  • Senandung Lirih Untukmu

Pagi mulai terjaga dari lelap tidurnya

Ribuan bintang seolah tertelan cerah langit

Daun-daun pun ikut membuka mata

Rumput-rumput bergetar seolah mengeja hempasan angin

Dan alam pun bersenandung lirih untukmu








  • Lirik Malam

Sisi batin terjerembab ke alunan pena malam

Lelap menelan indah lantunan dawai-dawai malam

Mengusik mata menatap kunang-kunang mengukir gelap

Meninggalkan lukisan bertabur mahkota kedamaian


  • Senyum itu

Ilalang sambut awan pagi

Kencana merona membias langit

Senyum mentari melelehkan kabut

Kian menipis balutan sutra

Mata tak lagi terpejam

Tengoklah pagi secerah senyummu kemarin


  • Ceria Yang Tersirat

Pagi mulai mengayuh hari dengan sejuk embunnya

Segarkan kembali mahkota bunga yang mulai meranum

Kecupan mentari hangat menyusur ruang jiwa

Kicau burung melukis keheningan

Semua tersirat sebuah keceriaan


  • Suara Malam
Denting tengah malam menggetarkan rasa

Gemericik tetes gerimis malam masih terdengar

Pelan mengisi ruang kosong

Terjerit suara tangis malam

Menerpa dinding kebosanan

Teringat wajah elokmu dalam lamunanku malam ini

Dan bawalah aku ke dalam mimpi hangatmu


  • Isyarat dari Senja

Lembayung senja isyaratkan kata

Di antara sahdu langit yang mulai temaram

Oleskan kelembutan dengan teduh cahaya

Memejamkan mataku merasakan keharuan

Di saat hati menyatu dalam ikatan cinta



  • Lilinku

Lilin ucapkan

kete

garan hatinya

Di sela-sela dingin malam

Ia menemani dengan teduh dan hangat cahayanya

Sepintas diriku terselimut tirani keteduhan

Mengantarkan ke negeri kedamaian

Dengan jejak selembut angin senja

Andi Dwi Handoko
Andi Dwi Handoko Pendidik di SMP Negeri 2 Jumantono. Pernah mengajar di SD Ta'mirul Islam Surakarta dan menjadi editor bahasa di sebuah surat kabar di Solo. Suka mengolah kata-kata di DapurImajinasi dan kadang juga di media massa. Pernah juga mencicipi sebagai pelatih Teater Anak dan Pimred Majalah Sekolah. Suka juga bermusik. Hubungi surel adhandoko88@gmail.com, Instagram adhandoko88, atau facebook.com/andi.d.handoko

Posting Komentar untuk "Puisiku"

Berlangganan via Email