Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Puisi



Di sini aku

Sini kudengar…
Suara tangismu tereja debu jalan
meruangluas peta gelisah
pada matamu yang melihat
Bilik-bilik tak bernyawa jadi beranda megah
Berpelukmesra iringan darah di ubun-ubun air mata
Maka sini kudengar
Isakmu meratapi kosong ruang tamu rumahmu
Berdebu dan tak ada jamuan tamu nanti siang
Maka bukan saja dirimu menangis sendiri
Masih ada aku di sini
mendengarmu menangis dalam sekat ini
Hanya saja aku tak menangis mendengarmu menangis


Prolog kematian

Sepi sendiri menangis
Menitik sungai pangkuan rahim derita
Paham dirinya tempiaskan udara pekat
Pohon-pohon kaku bicara tentang kematian
Melihat seonggok tubuh rapuh
Di kolong tempat tidur
;mengeja doa berselimut kafan putih


Kisah, kau, aku, kita

Tak ada yang tercatat dalam kamusku
yang ada hanya rekaman kisah dalam jerami
Kau, aku, kita
duduk menatap sejauh kata
seperti lukisan absurb
;aku sandarkan letihku di pangkuanmu

Andi Dwi Handoko
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia FKIP UNS Solo.
Andi Dwi Handoko
Andi Dwi Handoko Pendidik di SMP Negeri 2 Jumantono. Pernah mengajar di SD Ta'mirul Islam Surakarta dan menjadi editor bahasa di sebuah surat kabar di Solo. Suka mengolah kata-kata di DapurImajinasi dan kadang juga di media massa. Pernah juga mencicipi sebagai pelatih Teater Anak dan Pimred Majalah Sekolah. Suka juga bermusik. Hubungi surel adhandoko88@gmail.com, Instagram adhandoko88, atau facebook.com/andi.d.handoko

Posting Komentar untuk "Puisi"

Berlangganan via Email