Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pengaruh Unsur Asing Pada Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia mempunyai banyak keragaman bahasa. Keragaman bahasa menyebabkan setiap masyarakat mempunyai suatu ciri khas tentang bahasa. Pada umumnya ciri khas itu sering disebut sebagai dialek. Namun persoalan bahasa tidak hanya tertumpu pada permasalahan itu saja, namun banyak sekali masalah dalam kebahasaan, khususnya Bahasa Indonesia. Dalam hubungan dengan kehidupan masyarakat Indonesia, bahasa yang digunakan masyarakat telah mengalami banyak perubahan. Hal ini disebabkan adanya perubahan dan perkembangan teknologi serta tatanan baru dalam masyarakat. Tuntutan zaman telah menghipnotis berbagai segi disiplin ilmu khususnya bahasa untuk lebih berkembang lagi.
Kondisi seperti ini telah menempatkan bahasa asing pada posisi yang strategis yang memungkinkan bahasa asing tersebut memasuki berbagai sendi dan celah kehidupan bangsa dan bahasa Indonesia. Gejala-gejala tersebut membawa banyak perubahan pada penggunaan bahasa pada masyarakat. Sekarang banyak ditemui penggunaan bahasa-bahasa asing pada suatu artukel, pertemuan-pertemuan resmi, iklan, bahkan pada percakapan sehari-hari. Penggunaan bahasa asing tersebut telah mempengaruhi cara pikir masyarakat dalam berbahasa Indonesia resmi. Kondisi seperti inilah yang sering menimbulkan kesalahan berbahasa Indonesia.
Salah satu bentuk yang terpengaruh oleh bahasa asing dalam bahasa Indonesia dan sering digunakan masyarakat adalah penggunaan bentuk di mana. Pemakaian bentuk di mana sebagai ungkapan penghubung antara anak kalimat dan induk kalimat harus dihindari. Contoh penggunaan bentuk seperti itu dalam kalimat “Adi segera pergi ke kamar di mana ia menaruh tugasnya yang akan dikumpulkan nanti siang”
Contoh tersebut mengalami kesalahan, karena bentuk di mana pada kalimat tersebut terpengaruh bahasa asing yakni bahasa Inggris. bentuk di mana pada kalimat tersebut menyatakan tempat. Untuk membenarkan kalimat itu yakni dengan cara mengganti bentuk di mana menjadi sebuah kata yang benar dengan tidak mengubah fungsinya sebagai pernyataan tempat. Jadi pembenaran kalimat di atas adalah “Adi segera pergi ke kamar tempat ia menaruh tugas sekolah yang akan dikumpulkan nanti siang”
Tidak hanya kata tempat yang dapat menggantikan bentuk di mana, ada juga kata lain yang dapat menggantikan kata di mana yakni kata dengan.
Contoh: “Acara selanjutnya adalah acara sarasehan di mana Umar Kayam menjadi pembicara inti” kalimat ini salah dan dapat dibenarkan dengan cara menggantinya menjadi “Acara selanjutnya adalah acara sarasehan dengan Umar Kayam menjadi pembicara inti”
Pengaruh bahasa asing pun dapat kita lihat secara langsung di masyarakat. Penamaan sebuah tempat atau lokasi banyak yang menggunakan struktur asing. Dapat kita ambil contoh pada penamaan hotel pada Quality Hotel. Penamaan Quality Hotel menggunakan struktur bahasa asing. Struktur bahasa asing pada umumnya menggunakan struktur MD (Menerangkan Diterangkan). Dalam bahasa Indonesia, penamaan itu seharusnya menggunakan struktur DM (Diterangkan Menerangkan) sehingga namanya menjadi Hotel Quality.
Selain kita juga banyak menjumpai sebuah pusat perbelanjaan dengan embel-embel Mall, seperti Mangga Dua Mall atau Pondok Indah Mall. Kata Mall yang diindonesiakan menjadi mal artinya yakni gedung-gedung besar atau kelompok gedung di pinggiran kota yang berisikan beberapa toko dengan sarana jalan untuk kepentingan umuam. Sesuai struktur bahasa Indonesia yakni struktur DM, seharusnya nama-nama itu menjadi Mal Mangga Dua dan Mal Pondok Indah.
Banyak bahasa asing yang sebenarnya memiliki padanan dalam bahasa Indonesia, namun banyak orang yang tetap menggunakannya. Seharusnya bahasa-bahasa asing yang memiliki padanan kata dalam bahasa Indonesia tidak perlu digunakan. Misalnya :
workshop ---- sanggar kerja
approach ---- pendekatan
Sebenarnya unsur asing dapat dimasukkan dalam kaidah bahasa Indonesia dengan cara menyerap bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia. Penyerapan bahasa asing harus selektif dengan cara mengisi kerumpangan konsep dalam kazanah bahasa Indonesia. Contoh lain adalah kata laundry tidak perlu digunkan dalam bahasa Indonesia karena ada padanannya yakni kata binatu dan dobi.
Penggunaan unsur dan struktur asing dalam bahasa Indonesia berkaitan dengan sikap bahasa. Banyak hal yang mempengaruhi sikap bahasa, salah satunya yakni rasa bangga terhadap bahasa Indonesia yang kurang pada bangsa Indonesia. Sebgai bangsa Indonesia, kita seharusnya merasa bangga memiliki bahasa sendiri yakni bahasa Indonesia. Agar tidak mengurangi nilai kebakuan dalam bahasa Indonesia, unsur-unsur bahasa asing tidak perlu digunakan dalam pemakaian bahasa Indonesia. Langkah yang dapat kita lakukan adalah mencari padanan yang sesuai dengan bahasa Indonesia atau menyerap unsur asing itu sesuai dengan aturan dan kaidah yang berlaku.
Andi Dwi Handoko
Andi Dwi Handoko Pendidik di SMP Negeri 2 Jumantono. Pernah mengajar di SD Ta'mirul Islam Surakarta dan menjadi editor bahasa di sebuah surat kabar di Solo. Suka mengolah kata-kata di DapurImajinasi dan kadang juga di media massa. Pernah juga mencicipi sebagai pelatih Teater Anak dan Pimred Majalah Sekolah. Suka juga bermusik. Hubungi surel adhandoko88@gmail.com, Instagram adhandoko88, atau facebook.com/andi.d.handoko

Posting Komentar untuk "Pengaruh Unsur Asing Pada Bahasa Indonesia"

Berlangganan via Email